Rabu, Desember 23, 2009

Rokok, Halal, Riba Atau Haram???

Rokok sudah dikenal sejak lama, mungkin sejak kakek buyut gue masih dijajah ma belanda kali yach..hehehe.

Pada asal mula rokok, merek pertama dikenal sebagai minak jinggo, kayak nama film aja yach... dan seterusnya sampai pada zaman sekarang ini, merek rokok lebih dipergaul lagi, di antaranya Class Mild (kesukaan ical ni), Sampoerna, DjiSamsu, Marlboro, dan lain-lain, masih banyak degh pokoknya.

Setelah beberapa bulan lalu, rokok dicekal oleh MUI bahwa haram, tapi pendapat ini ditentang sendiri oleh pemuka agama islam setingkat MUI, so kagak haram dunk yach???

Dari pengalaman diskusi ical dengan seorang teman yang anti merokok, dia bilang sech kalau rokok itu haram hukumnya, karena ada hadits dalam Qur'an yang menyebutkan bahwa Qhamar adalah haram, dan rokok termasuk Qhamar . Qhamar saja ical kagak tahu artinya apaan, Tapi bukan sampai disitu ical mau menyerah gitu saja, ical pertahanin kalau rokok itu tidak haram , alasannya yach karena kalau orang merokok akan mendapat suatu kesenangan dan kenikmatan tersendiri, so jauh rasanya kalau suatu kesenangan atau kenikmatan di kategorikan ke haram.

Alasan lain yang mendukung bahwa rokok tidak haram adalah:
mengapa bangsa ini tidak memusnahkan saja semua pabrik rokok yang ada , sehingga rokok tidak lagi beredar, alasannya sech simple aja, katanya yach rokok sumber pajak terbesar di negara ini, waduh kita perokok dijadikan ajang bisnis nihhhh, hehehe, kalau rokok tidak diproduksi maka bangkrutlah bangsa ini. So mau gak mau rokok harus ada.

So ical narik kesimpulan kalo rokok mungkin saja tidak haram karena sesuatu yang banyak mendatangkan manfaat dari pada mendatangkan kemudaratan adalah baik adanya, yach seperti rokok ini.



Artikel Terkait

Rokok, Halal, Riba Atau Haram???
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email