Rabu, Maret 26, 2014

Catatan 6 : Muhasabah Kematian

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu dikembalikannya hanya kepada kami.

Bismillahirrahmanirrahiim…
Membicarakan kematian lebih banyak kita dengar di acara ta’ziah dibanding di tempat kerja, sekolah, ataupun di tempat umum. Meski sudah nyata jelas ‘lha wong ta’ziah kan memang untuk orang meninggal..ngapain dibahas di tempat kerja, sekolah atau di tempat umum ?”

Padahal, kapan dan dimanapun kiranya perlu mengingat kematian. Sebab, jika ajal sudah datang menjemput, maka tak akan ada seorang pun yang mampu menolong. Mencari alat canggih pun untuk menolak kematian, tidak akan kita temui. Atau mungkin jika saja ada, yakin-akan ada yang bersusah payah untuk bisa membelinya meski mahal. Menggadaikan mobil, rumah, perusahaan, dan mengorbankan istana sekalipun akan dilakukan untuk menolak kematian. Tapi duhai saudaraku, kematian adalah sebuah kepastian yang tak kita ketahui di tanggal mana ia akan datang. Tak ada tawar menawar. Harta dan materi lainnya sungguh tiada arti.

Sekali lagi, sungguh ia akan datang pada saat-saat yang tidak mengenal waktu. Apakah ia akan datang saat kita sedang keluar rumah, menjelang tidur, saat bercengkrama, saat bergosip, saat marah atau saat kita sedang bersantai. Maka, kiranya apa yang menghalangi kita untuk tidak segera bertaubat jika kematian datang tiba-tiba ?

Mungkin bagi kita kematian adalah hal biasa karena sudah sering kita melihat dan mendengar orang-orang yang mengalami kematian. Tapi kita belum merasakannya, bagaimana jika itu kemudian benar-benar terjadi beberapa detik kemudian, apakah kita masih menganggapnya hal biasa seolah mustahil ?

Maka, sebelum kematian datang menjemput dan selagi masih ada sisa-sisa nafas, menjadilah bersih. Menghapus seluruh kebencian, kedengkian, iri, dendam dan menghindari segala penyakit hati. Serta menjadi sahabat bagi Tuhan dan seluruh makhluk-Nya. Dengan begitu, yakin; Tuhan pun akan memantulkan kebaikanNya kepada kita di dunia dan di akhirat.


By : NN

Artikel Terkait

Catatan 6 : Muhasabah Kematian
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email