Selasa, Januari 06, 2015

Kenangan dan Pengkhianatan Diri

Hujan selalu menawarkan kenangan. Jika bukan kenangan, galau yang panjang.
Sepanjang hujan, suatu waktu kita akan dibenturkan dengan aneka macam
rasa masa lalu. Manis, asin, asam, dan pahit. Yaah...persoalan masa
lalu. Setelah dikenang, kita akan tersadar...semua masa akan berlalu.
Dan ternyata tak ada apa-apa.

"Tapi setidaknya, kau pernah punya cinta dan masa-masa yang manis, bukan ?"

"Apa,?! Cinta ?!"

"Ya, cinta. Bukankah itu sesuatu yang indah saat kau bersama dengan
kekasihmu yang berparas tampan itu ?"

"Yaa. Aku bahagia. Tapi hanya pada saat itu saja. Sekarang tidak ada
apa-apa lagi. Aku juga tak tahu dimana dia sekarang."

"Aku pikir kau sudah melupakannya dan tak mengharapkannya lagi.
Rupanya kau mengkhianati dirimu sendiri. Jika kau tak berhenti, kau
akan sakit."

"Berhenti ? Melupakannya tak semudah membuang sampah, sayang. Kenangan
itu tak bisa terhapus oleh waktu."

"Lalu sampai kapan kau akan mengkhianati dirimu ? Sebaiknya, jujur
saja pada dirimu. Katakan padanya bahwa kau menyukainya."

"Mengatakannya pun terasa sangat berat. Entahlah, aku saja tak
mengerti diriku. Apakah aku mencintainya atau tidak. Saat ia ada,
sepertinya biasa saja. Tapi saat ia tak ada, aku merasa ada yang
hilang dan merindukannya. Bisakah kau membuatku paham atas
kekeliruanku ?"

"Mungkin karena kau takut kehilangannya. Maka saat ia ada, kau tak
berharap bahwa ia akan menjadi milikmu. Karena kau sadar, bahwa
semuanya akan pergi...cepat atau lambat. Itulah sebabnya terasa biasa
saja. Dan saat ia tak ada, di situlah kau merasa bahwa ia berarti. Dan
mungkin kau hampir terlambat mengatakan perasaanmu. Kau pun juga punya
ketakutan besar jika saat mengatakannya, kau akan ditolak. Itulah
ketakutan terbesarmu....takut kehilangan. Tapi kurasa ini juga
persoalan kesempatan dan keberanian. Cobalah !"

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan
Ia adalah keberanian dan pengorbanan
(Ali bin Abi Thalib r.a)

_Nirwana

Artikel Terkait

Kenangan dan Pengkhianatan Diri
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email