Selasa, Maret 29, 2016

Mengontrol Telur Merpati Saat Pengeraman, Ini Caranya...

Pada postingan ini kami kembali berbagi trik tentang burung dara atau merpati yang biasa diternak oleh para hobiers merpati.  Kali ini kami akan bahas cara mengontrol telur burung merpati.

Setelah 3-4 hari mengumpulkan sarangnya, dimana walaupun kita sediakan sarang di kandang, merpati tidak menerimanya begitu saja, melainkan akan menambahkan sarang yang ada, contohnya dengan menambahkan lidi, rerumputan, dan lain-lain yang disukai merpati, maka merpati akan meletakkan telur pertamanya.

Dalam praktek yang kami lakukan, telur pertama merpati itu akan diletakkan pas sore hari. Besoknya kami cek lagi ke sarang, ternyata telur masih 1 buah. Kami sendiri heran, karena di blog-blog sendiri sudah dibahas, umumnya merpati memiliki 2 butir telur, bahkan ada yang sampai 3 butir. Dimana dikatakan 2 butir ini nantinya akan menjadi sepasang merpati ada jantan dan betina, tapi tidak menutup kemungkinan kalau keduanya memiliki jenis kelamin yang sama.

Hari ketiga dalam proses bertelurnya merpati, sore harinya kami kembali cek ke kandang, ternyata telur ke-2 sudah ada, disana sudah ada 2 butir telur merpati. Dalam arti bahwa merpati bertelur itu ada selang 1 hari, bila dijamkan, telur pertama diletakkan nanti setelah kurang lebih 48 jam barulah telur yang kedua keluar.

Setelah kedua butir telur lengkap, masuklah ke tahap pengeraman telur, pengeraman dilakukan secara bergantian antara jantan dan betina, betina biasanya dari sore hingga pagi jam 10. Jantan dari jam 10 hingga sore jam 3.

Proses pengeraman berlangsung 16 hari hingga telur menetas, jadi telur merpati menetas setelah 16 hari. Tapi jika anda mau repot, silahkan di cek secara berkala telurnya, karena tidak semua telur menetas, tapi pada merpati yang masih normal, biasanya akan di tetaskan dua-duanya.
Mengontrol Telur Merpati Saat Pengeraman, Ini Caranya...
telur merpati dierami 6 hari

Proses pengecakan telur bisa dilakukan seperti berikut:
1. Setelah 5 hari dierami, silahkan cek telur, jika sudah ada garis di dinding telur itu tandanya telur jadi, nantinya akan berkembang menjadi embrio. (cara melihatnya, bisa dengan menggunakan senter elektrik, yang sekarang banyak dijual)
2. Setelah 10 hari dierami, telur akan terlihat hitam, rongga yang ada ditelur akan tersisa sedikit, artinya embrio sudah berkembang dan mendekati proses penetasan.
3. Setelah 15 hari dierami, maka anak merpati sudah mulai berusaha untuk keluar dari telur dengan mematok dinding telur.
4. Hari ke-16, anak merpati sudah lahir. Lanjut ke masa membesarkan anak2 merpati.

Catatan: Jika pada pengecekan no.1 belum ada tanda-tanda seperti yang disebutkan, silahkan tingga hingga hari ke-10, jangan langsung ambil tindakan. Tetapi jika hari ke-10 juga belum ada tanda-tanda pertumbuhan embrio dalam telur, silahkan ambil tindakan, dengan membersihkan sarang, telur dibuang. Agar merpati cepat kembali ke masa giring, kawin, agar mempercepat proses bertelurnya kembali.

Silahkan dicoba. Semoga sukses. Salam Merpati.

Artikel Terkait

Mengontrol Telur Merpati Saat Pengeraman, Ini Caranya...
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email